Review Jurnal Nasional 4

Nama                = Hestiria Fujiani

NIM/Kelas        = 203070102002/B

Mata Kuliah     = Filsafat Ilmu


D.       Review Jurnal Nasional 4

 

Identitas Jurnal Nasional 4

Judul

:

Cinta dalam Bingkai Filsafat

Jurnal

:

Sanjiwani : Jurnal Filsafat

Volume & Halaman

:

Vol. 10 (2) & hlm. 12-18

Penerbit

:

Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Tahun

:

2020

Penulis

:

Ni Luh Gede Wariati

Sumber Jurnal

:

http://www.ejournal.ihdn.ac.id/index.php/Sanjiwani/article/download/1506/1183

 

          1.              Latar Belakang

Cinta memiliki pengaruh yang besar dalam hidup ini. Cinta bukan hanya memberikan kebahagian pada setiap individu, namun juga dapat menghancurkan kehidupan. Kata cinta adalah satu kata yang banyak diinginkan sekaligus dihindari oleh sebagian orang.

Cinta menjadi kata yang paling ampuh untuk memperdaya seseorang, tidak sedikit orang yang bersedia mempersembahkan barang miliknya atau bahkan kehidupannya hanya untuk cinta. University College London menemukan bukti bahwa rasa cinta bisa menumpulkan aktivitas saraf yang terkait dengan penilaian sosial kritis terhadap orang lain. Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di dalam NeuroImage itu cinta juga menghalangi munculnya emosi negatif, sehingga hanya rasa suka yang ada (Ni Luh Gede Wariati, 2020). 

Kesamaan

Dalam pernyataan yang dikemukakan oleh Plato dan Mo Tzu memiliki persamaan sudut pandang yang menjelaskan bahwa cinta itu bersifat universal. Maksudnya adalah bahwa cinta itu umum, bisa dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali. Setiap orang dapat memberi dan memiliki suatu perasaan yang di sebut dengan “cinta”.

Adapun pernyataan yang sama antara Mo Tzu dan Loren Bagus, menurut keduanya cinta tidak mementingkan diri sendiri. Maksudnya adalah cinta itu sama rata, tidak memihak pada satu orang saja.

Perbedaan

Dalam jurnal ini terdapat para ahli yang mengemukakan pengertian cinta secara berbeda. Menurut Plato cinta adalah keindahan dan melahirkan keindahan. Sedangkan, menurtu Mo Tzu cinta universal adalah bagaimana seseorang bisa memperlakukan orang lain seperti dia memperlakukan dirinya sendiri sehingga terlepas dari sikap deskriminatif.

Menurut Scheler cinta merupakan sesuatu yang suci dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Sedangkan menurut Loren Bagus cinta memiliki istilah latin yaitu, amor dan caritas, dan istilah Yunaninya philia, eros dan agape. Philia mempunyai konotasi cinta yang terdapat dalam persahabatan. Amor dan eros adalah cinta berdasarkan keinginan sementara. Agape dan caritas merupakan tipe cinta yang lebih tinggi dan tidak mementingkan diri sendiri (Ni Luh Gede Wariati, 2020).

Pandangan

Jurnal ini menjelaskan materi dengan baik dengan tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca. Jurnal ini juga dapat memberikan pengetahuan pada pembaca mengenai pengertian cinta. Kakurangan dalam jurnal ini adalah tidak diberikan penjelasan yang lebih spesifik mengenai metode penelitian yang digunakan. Penulisan jurnal ini masih ada beberapa kata atau kalimat yang tidak sesui dengan EYD.

 Perbandingan

Perbandingan dalam jurnal ini dapat dilihat dari teori-teori cinta yang dijelaskan oleh beberapa ahli seperti, Plato, Mo Tzu, Scheler dan Loren Bagus. Menurut Plato cinta itu berkaitan dengan keindahan, seperti mencari tubuh yang indah, memahami keindahan jiwa, dan keindahan pada orang banyak. Kemudian menurut Mo Tzu cinta memiliki sifat yang universal, sehingga terlepas dari sikap deskriminatif. Menurut Scheler cinta itu suci dan memiliki kedudukan yang tinggi. Menurut Loren Bagus menjelaskan bahwa cinta istilah latinnya adalah amor dan caritas, dan istilah Yunaninya philia, eros dan agape. 

Meringkas

Cinta sering dikaitkan dengan sesuatu yang indah, ketertarikan terhadap manusia atau objek dimana ketertarikan ini lebih dari sekedar suka. Cinta yang berdasarkan keinginan juga disebut cinta dan cinta yang lebih tinggi dan tidak mementingkan diri sendiri juga cinta, pemahaman yang sama rata seperti inilah yang menyebabkan seseorang terluka dan menderita karena cinta. Cinta yang ada pada tingkat agape, bila itu diterima dan diteruskan kemungkinan akan salah satu pihak. Cinta yang masih ada pada tahap eros  akan memaksakan keinginannya bahkan kadang bersikap posesif dan mengatur, itulah yang akhirnya menyebabkan ada orang yang merasa tersiksa karena cinta. Cinta agape dikatakan sebagai cinta dengan level paling tinggi, dimana dalam mencintai tidak ada campur tangan ego (Ni Luh Gede Wariati, 2020).

Bagi Mo Tzu kasih semesta adalah hal yang paling baik untuk dilakukan, karena memiliki manfaat yang sangat besar untuk perdamainan dan ketentraman masyarakat. Kasih semesta ini dianggap sebagai tabungan jangka panjang, dimana ketika kita memperlakukan orang lain dan lingkungan dengan baik maka pada akhirnya kebaikan itulah yang akan kita terima. Cinta universal adalah tindakan yang paling bermanfaat bagi masyarakat, karena dengan menerapkan cinta universal maka masyarakat akan saling peduli dan salingmenyayangi

Plato meyakini bahwa cinta adalah keindahan dan melahirkan keindahan. Eros berasal dari kebaikan menjadi milik mereka yang sedang jatuh cinta untuk selamanya. Eros adalah menciptakan keturunan dalam keindahan.


 Daftar Pustaka

·    Ni Luh Gede Wariati, 2020. Cinta dalam Bingkai Filsafat. Jurnal Sanjiwani : Jurnal Filsafat. Vol. 10 (2) & hlm. 12-18 http://www.ejournal.ihdn.ac.id/index.php/Sanjiwani /article/download/1506/1183



Postingan populer dari blog ini

Filsafat Ilmu : Pengertian, Karakteristik & Landasan Pemikiran

Review Ketiga Buku Filsafat Ilmu