Review Jurnal Internasional 2
Nama = Hestiria Fujiani
NIM/Kelas = 203070102002/B
Mata Kuliah = Filsafat Ilmu
B. Review Jurnal
Internasional 2
|
Identitas
Jurnal Internasional |
||
|
Judul |
: |
Rasionalitas
Proses Perubahan Teori dalam Sains (The Rationality of the Process of Theory
Change in Science) |
|
Jurnal |
: |
Jurnal
Filsafat Internasional (International Journal of Philosophy) |
|
Volume
& Halaman |
: |
Vol.
8(2) & hlm. 49-53 |
|
Penerbit |
: |
Science
Publishing Group |
|
Tahun |
: |
2020 |
|
Penulis |
: |
Bisrat
Tesfay |
|
Sumber
Jurnal |
: |
http://article.sciencepublishinggroup.com/pdf/10.11648.j.ijp.20200802.14.pdf |
1.2
Latar Belakang
Perubahan teori dalam sains merupakan salah satu
isu terpenting dalam filsafat sains. Teori ilmiah dapat berubah di luar ruang
dan waktu. Ada berbagai faktor yang
menyebabkan teori berubah seperti ketidaknyamanan antar teori. Menurut catatan perubahan ilmiah Kuhn ada empat
tahapan dalam proses perubahan ilmiah; yang dominan adalah sains normal,
anomali, krisis, dan akhirnya fase baru sains normal.
Sains adalah aktivitas yang berubah dengan cepat, tetapi rasionalitas prosesnya bergantung pada metodenya. Beberapa teori dalam sains bergantung pada peristiwa sejarah lokal tanpa justifikasi apapun, tetapi beberapa teori lainnya dibenarkan oleh komunitas ilmiah. Rasionalitas Ilmu pengetahuan dikaitkan dengan metode dan metodologinya, yang berarti bahwa perubahan teori dalam ilmu pengetahuan, dapat berupa proses rasional atau irasional berdasarkan metode yang digunakan untuk menyetujui teori baru dan menurunkan teori lama.
2.2
Kesamaan
Imre Lakatos dan Popper memiliki pendapat yang sama bahwa penggantian teori lama dengan yang baru adalah rasional dan bergantung pada logika penemuan. Dari hal tersebut, Aristoteles mengungkapkan aturan berpikir yang benar sangat penting untuk penguasaan yang efektif dari semua jenis pengetahuan. Popper dan Kuhn berpendapat bahwa tidak ada kriteria objektif untuk kebenaran. Popper dan Kuhn percaya ketika revolusi muncul dalam sains, pemilihan teori yang bersaing akan dipertahankan oleh komunitas ilmiah.
3.2
Perbedaan
Pandangan Popper tentang rasionalitas perubahan
teori ilmiah tidak didasarkan pada aturan induksi, tetapi bergantung pada
keberuntungan, kecerdikan, dan aturan deduktif murni dari argumen kritis, Beberapa
yang lain percaya bahwa keberhasilan atau rasionalitas sains bergantung pada
aturan induksi argumen. Menurut Kuhn "algoritma" adalah seperangkat
aturan yang digunakan kita untuk memberi atau menghitung jawaban atas
pertanyaan tertentu. Sedangkan menurut Donald E. Knuth algoritma adalah sekumpulan
aturan-aturan berhingga yang memberikan sederetan operasi-operasi untuk
menyelesaikan suatu jenis masalah yang khusus.
Menurut Popper revolusi bersifat abadi. Sedangkan,
revolusi menurut Kuhn dalam sains adalah tidak permanen melainkan luar biasa
dan memang, ekstra-ilmiah, dan kritik, di masa' normal ', kutukan. Imre Lakatos dan Popper berpendapat bahwa
penggantian teori lama dengan yang baru adalah rasional, sedangkan menurut Kunt
pergeseran paradigma dari yang lama ke yang baru adalah irasional, dan terutama
tidak didasarkan pada aturan nalar tetapi dalam ranah sosial atau psikologi
penemuan.
Kuhn mengklaim bahwa pada proses historis di mana ideologi dapat berkembang menjadi sains tetapi bagi Popper ideologi dan teori-teori ilmiah agak berbeda dan hanya yang kedua yang bersifat kumulatif dalam menghasilkan pengetahuan. Tes ilmiah bagi Kuhn hanya untuk meningkatkan kebenaran teori, tetapi bagi Popper kebenaran atau validitas suatu teori diwujudkan dengan pemalsuan. Kuhn mengartikan bahwa kebenaran tidak memainkan peran sama sekali dalam penilaian teori dan pilihan teori, sementara Popper menyatakan bahwa kebenaran memainkan peran sebagai ide yang mengatur (Bisrat Tesfay, 2020).
4.2
Pandangan
Jurnal berjudul Rasionalitas Proses Perubahan Teori dalam Sains (The Rationality of the Process of Theory Change in Science) ini di jelaskan sangat baik oleh penulis, mengenai perbedaan pendapat yang dikemukakan teori-teori para ahli. Jurnal ini bagus untuk menambah wawasan para pembaca yang ingin mengetahui tentang rasionalitas proses perubahan teori dalam sains atau perubahan teori lama ke teori baru dalam sains. Kekurangan jurnal ini terdapat pada metode penelitian yang kurang dijelaskan, sehingga akan membuat pembaca bingung bagaimana proses data jurnal.
5.2
Perbandingan
Perbandingan dalam jurnal ini dilihat dari kesamaan dan perbedaan dalam jurnal. Namun, jurnal ini lebih banyak menjelaskan perbedaan teori-teori para ahli, seperti Menurut Popper revolusi bersifat abadi. Sedangkan, revolusi menurut Kuhn dalam sains adalah tidak permanen melainkan luar biasa dan memang, ekstra-ilmiah, dan kritik, di masa' normal ', kutukan. Imre Lakatos dan Popper berpendapat bahwa penggantian teori lama dengan yang baru adalah rasional, sedangkan menurut Kunt pergeseran paradigma dari yang lama ke yang baru adalah irasional, dan terutama tidak didasarkan pada aturan nalar tetapi dalam ranah sosial atau psikologi penemuan.
6.2
Meringkas
Sejarah sains menunjukkan bahwa teori-teori ilmiah
yang sudah diterima telah dikritik, ditantang dan akhirnya menjadi teori-teori
ilmiah lama ketika digantikan dengan yang baru. Sains adalah aktivitas yang
berubah dengan cepat, tetapi rasionalitas prosesnya bergantung pada metodenya.
Banyak sekali pendapat yang dikemukakan oleh Khun dalam jurnal ini, seperti Menurut
Kuhn "algoritma" adalah seperangkat aturan yang digunakan untuk
memberi atau menghitung jawaban atas pertanyaan tertentu; Teori Kuhn mengenai
pergeseran paradigma dari yang lama ke yang baru adalah irasional, dan terutama
tidak didasarkan pada aturan nalar tetapi dalam ranah sosial atau psikologi
penemuan; Kuhn mengklaim bahwa pada proses historis di mana ideologi dapat berkembang
menjadi sains; dan lain sebagainya.
Dari banyak teori yang dikemukakan oleh Khun dan Popper
dapat disimpulkan bahwa teori mengalami perubahan dalam sains, dapat berupa proses
rasional atau irasional berdasarkan metode yang biasa digunakan dan adanya
perdebatan kritis tentang rasionalitas pilihan teori. Perdebatan ini dikenal
dan menjadi isu sentral dalam filsafat sains setelah karya Kuhn. Teori yang
baru dimunculkan harus dengan sendirinya memecahkan masalah yang dihadapi dalam
teori lama dan diterima oleh masyarakat (Bisrat Tesfay, 2020).
7.2
Daftar Pustaka
· http://article.sciencepublishinggroup.com/pdf/10.11648.j.ijp.20200802.14.pdf
· https://dosenit.com/kuliah-it/pemrograman/pengertian-algoritma-pemrograman